Suasana berbeda terasa di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tunjungan, Sambungmacan, Sragen, Selasa (21/4/2026). Area pengisian bahan bakar minyak (BBM) dihiasi balon warna-warni yang mencuri perhatian setiap pelanggan yang datang. Kemeriahan ini menjadi kejutan tersendiri, terutama bagi para perempuan yang tiba-tiba mendapat bunga dari petugas.
Tak hanya dekorasi, SPBU tersebut juga menyiapkan bingkisan bagi pelanggan yang beruntung. Mereka yang mampu menjawab pertanyaan seputar sosok R.A. Kartini berhak membawa pulang hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Berbeda dari hari biasa, para petugas pelayanan tampil mengenakan busana adat Jawa. Lima petugas laki-laki mengenakan pakaian tradisional lengkap dengan blangkon, sementara satu petugas perempuan anggun berkebaya merah. Nuansa budaya ini semakin kuat dengan hadirnya media promosi bertema “Energi dari Hati Hidupkan Kartini Dalam Diri”
Pelayanan spesial ini berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (21–22/4/2026), sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini.
Hadiah Sederhana, Makna Mendalam
Pelayanan istimewa diberikan khusus kepada pelanggan perempuan. Setiap pelanggan disambut ramah, dilayani dengan hangat, dan diberikan bunga sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan emansipasi perempuan.
Salah satu pelanggan, Ratih, 25, warga Bumiaji, Gondang, Sragen, mengaku terkejut dengan suasana meriah tersebut. Ia awalnya hanya berniat mengisi BBM setelah menjemput anaknya dari sekolah yang juga merayakan Hari Kartini.
“Tadi melihat kemeriahan di SPBU ya heran karena tidak biasanya. Ternyata teringat momentum Hari Kartini. Setelah mengisi BBM, tahu-tahu ditanya petugasnya tentang buku yang pernah ditulis R.A. Kartini. Saya spontan menjawab Habis Gelap, Terbitlah Terang. Ternyata jawaban saya benar sehingga mendapat hadiah hoody bag,” ujar Ratih yang senang.
Menurut Ratih, peringatan seperti ini menjadi pengingat penting bagi perempuan untuk terus meneladani nilai perjuangan Kartini yang tetap relevan hingga kini.
Hal serupa dirasakan Lestari, 53, warga Desa Toyogo, Sambungmacan, Sragen. Ia yang mengisi BBM jenis Pertamax senilai Rp20.000 juga mendapat pertanyaan dari petugas, kali ini tentang tempat kelahiran R.A. Kartini.
“Ternyata jawabannya benar. Saya mendapat bingkisan dari SPBU. Terima kasih SPBU. Tadi saat datang kaget juga. Kok meriah banget? Akhirnya tahu kalau ada peringatan Hari Kartini. Saya berharap ke depan perempuan di Indonesia semakin maju,” ujar dia.
Anggota staf SPBU Tunjungan, Bayu Dwi Berlianto, menjelaskan kegiatan ini rutin digelar setiap tahun dengan konsep berbeda. Pada 2026, pihak manajemen memilih menghadirkan nuansa budaya sekaligus edukasi ringan bagi pelanggan.
“Ya, tadi reward-nya berupa bunga dan bingkisan. Ada beberapa bingkisan yang disiapkan bagi pelanggan yang bisa menjawab benar setiap pertanyaan yang dilontarkan petugas pada momentum Hari Kartini. Pertanyaannya memang seputar kehidupan R.A. Kartini dengan harapan mereka bisa ingat jasa-jasa para pahlawan, khususnya R.A. Kartini,” ujar dia.
Momentum sederhana di SPBU ini menjadi bukti bahwa peringatan Hari Kartini dapat dirayakan dengan cara yang dekat dengan masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

